Oktober 26, 2020 Yuk Kenali Monkey Business – Bisnis Tipu-tipu yang Selalu Bermunculan Setiap Musim

Yuk Kenali Monkey Business – Bisnis Tipu-tipu yang Selalu Bermunculan Setiap Musim

Ketika keserakahan tak diikuti nalar, akan berakhir seperti apa nantinya?

Mungkin sebagian dari kita sudah familiar dengan cerita berikut, cerita ini tentunya ilustrasi dari monkey business, yaitu bisnis yang menguntungkan diri sendiri dengan cara merugikan orang lain. Monkey business diciptakan oleh pihak yang memiliki modal besar dengan mendesain suatu produk atau komoditas agar mempunyai harga tertentu. Jadi, begini kisahnya……

Suatu ketika datanglah seorang saudagar kaya mengunjungi Kampung Pisang. Di Kampung Pisang ada banyak sekali monyet. Kemudian saudagar itu memberikan pengumuman, katanya Saya akan membayar 100 ribu untuk 1 ekor monyet yang kalian tangkap!
Warga kampung itu pun tertawa dan tak percaya dengan omongannya, sebab monyet di kampung itu sangat banyak dan tak ada harganya. Keesokan harinya, seorang kakek mencoba mengantarkan 10 ekor monyet yang ia tangkap. Saudagar kaya tersebut menepati janji dan memberikan imbalan 1 juta atas 10 ekor monyet.

Girang bukan main, kakek tersebut lalu menceritakan hal ini kepada orang-orang dikampung bahwa saudagar kaya itu tidak berbohong. Lalu, beberapa orang ikut menangkap monyet karena penasaran. Toh kalau tidak benar, mereka tidak akan kehilangan apa-apa. Singkat cerita terkumpul lah 150 monyet dan saudagar itu menepati janjinya.
Lalu saudagar itu memberi pengumuman lagi. “Kali ini saya akan membayar 200 ribu untuk 1 ekor monyet!” Warga menjadi heboh, mereka ramai-ramai menangkap monyet. Singkat cerita terkumpul lah 300 monyet dan saudagar kaya itu menepati janjinya dan warga kampung girang bukan kepalang.

Saudagar kaya tersebut mulai terkenal dan cerita nya menyebar kemana-mana. Kini populasi monyet di desa itu tinggal sedikit. Lalu ia membuat pengumuman lagi “Kali ini saya akan membayar 400 ribu untuk 1 ekor monyet!”Para warga semakin bersemangat, namun kali ini mereka mulai kesulitan karena monyet semakin langka, mereka hanya berhasil menangkap 50 monyet. Lalu saudagar kaya ini berkata sekali lagi, “Kali ini saya akan membayar 1 juta untuk 1 ekor monyet.”

Namun sayangnya populasi monyet sudah habis, kemudian ia berkata akan pergi ke kampung sebelah untuk mencari monyet. Diam-diam, saudagar kaya itu mengirim asistennya ke Kampung Pisang tadi untuk menjual 510 monyet yang sudah ia kumpulkan selama ini.

Asistennya berkata, “Saya akan menjual 1 ekor monyet seharga 500 rb sehingga kalian bisa menjual kepada saudagar kaya itu seharga 1 juta.” Mendengar hal tersebut, ramai-ramai warga desa membeli monyet tersebut, mereka takut ketinggalan untung dan mengambil seluruh tabungannya, hingga monyet tersebut habis terjual dalam sekejap.

Pelan-pelan asistennya meninggalkan desa dan saudagar kaya itu tak pernah kembali lagi. Pada akhirnya, warga Kampung Pisang melepaskan monyet tersebut karena harus mengeluarkan biaya untuk memberinya makan. Para warga akhirnya rugi dan sadar telah dikerjai.

Istilah monkey business sebenarnya sudah cukup popular dipasar modal/saham, namun implementasi sistem bisnisnya lebih daripada itu. Pelaku dari skema bisnis ini sudah cukup banyak dan beragam. Namun sayangnya, monkey business ini terus berulang dan banyak orang yang tidak mengambil pelajaran darinya.

Batu akik di 2014–2015, Ikan Arwana, Ikan Lohan, Bunga Anthurium di 2006–2008 yang harga nya bisa sampai 1 Miliar. Terus apa lagi? Pedagang masker yang membeli di harga tinggi untuk di jual kembali?

Dan lebih parahnya lagi sistem monkey business ini banyak di pakai money game dan investasi bodong. Memberikan keuntungan diawal, lalu mempermaikan rasa serakah untuk menginvestasi lebih banyak uang lagi, membuat orang lain penasaran ketika melihatnya, takut ketinggalan untung namun berujung buntung.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, Mengapa namanya monkey business? Merujuk kepada perilaku monyet yang ketika mendapatkan keuntungan setelah mendapatkan makanan, maka ia akan kabur.

Pelajarannya : Ketika ada tawaran investasi atau ingin membeli suatu barang, jangan karena takut ketinggalan, takut tidak kebagian untung padahal barang tersebut tidak ada gunanya, terlalu mahal dan tidak masuk akal. Cepat atau lambat anda akan mengalami kerugian, seperti yang dialami warga Kampung Pisang dalam cerita di atas. Membeli monyet yang sebenarnya tak berharga dan nilainya jauh lebih rendah dari apa yang dibayarkan. If it seems too good to be true, it’s probably too good to be true!

Sumber :https://medium.com/@jeffryshandy/monkey-business-ketika-hendak-beruntung-berujung-buntung-6b89eb525421

One thought on “Yuk Kenali Monkey Business – Bisnis Tipu-tipu yang Selalu Bermunculan Setiap Musim

Tinggalkan Balasan

Dapatkan Diskon Rp100.000!  Cukup dengan masukkan kode kupon : ATOMEAJA