April 25, 2020 Tips  Berjualan Ditengah Corona

Tips Berjualan Ditengah Corona

Pandemi COVID-19 bikin banyak orang galau karena kehilangan pundi-pundi rupiah. Ada yang gajinya dipotong, dirumahkan tanpa digaji, hingga kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun jangan kelamaan pusing memikirkan isi dompet yang makin tipis.

Pakar marketing Hermawan Kartajaya membagikan tips meraih cuan di tengah merebaknya virus Corona, bertepatan dengan momen Ramadhan. Tips tersebut dia bagikan melalui Live IG Tolak Miskin di Instagram @detikcom yang tayang kemarin. Bagi yang tidak sempat menyaksikan atau tak sempat mencatat, ini dia tipsnya.

“Yang paling dibutuhkan orang dengan suasana Ramadhan adalah buka puasa. Buka puasa, orang juga nggak berani kumpul-kumpul. Keluarga bisa home cooking kan. Tapi kita bisa tawarkan untuk kebutuhan Ramadhan untuk buka puasa. Apa yang bisa kita tawarkan dengan menu-menu yang lain daripada home cooking,” kata dia Kamis (23/4/2020).

Menurutnya masyarakat tidak mungkin selama empat minggu berpuasa, berbukanya dengan menu yang itu-itu saja. Ada kalanya mereka jenuh dan ingin memakan menu lain. Nah, kesempatan tersebut bisa dimanfaatkan menjadi ladang usaha.

Apalagi sekarang banyak jasa kurir instan, yang cuma hitungan jam, barang sudah sampai di tangan pelanggan. Hal tersebut tentu memudahkan kita di tengah pandemi COVID-19 untuk bisa berbisnis.

“Sekarang sudah ada Gojek, delivery yang lain, Grab, dan sebagainya. Jadi mesti kayak begitu. Yang masih memungkinkan adalah sekarang sahur pagi, mungkin menyiapkan malamnya untuk pagi sahur. Kemudian buka puasa. Ini yang saya lihat paling memungkinkan,” jelasnya.

Buat yang sudah berumahtangga lebih enak lagi, bisa bekerja sama. Sang istri bagian memasak menu yang akan dijual, si suami yang memikirkan pengirimannya dan menyiapkan bahan baku masakan.

Pakar marketing Hermawan Kartajaya punya tips sederhana untuk mencari konsumen. Tak perlu muluk-muluk, kita bisa mulai dari keluarga, kerabat, bahkan tetangga untuk menawarkan barang dagangan.

“Kalau Anda belum punya customer, cari saja customer yang dekat-dekat sama Anda, family and friends, and neighbor,” kata dia melalui Live IG Tolak Miskin di Instagram @detikcom, Kamis (23/4/2020).

Pada tahap awal tak perlu pusing memikirkan untuk membuat akun media sosial yang besar demi mendapatkan konsumen yang banyak. Hal itu bisa dilakukan ketika bisnis mulai berkembang.

“Jualah kepada family and friend, yang tahu kita, yang nggak susah-susah lah. Jangan kemana, kemana, kemana, buka di sosial media dan sebagainya, kalau pada awalnya. Tapi kalau memang mau bertahan, akhirnya pakai sosial media gede-gedean, menunya ditambah lagi, atau yang dijual ditambah lagi dan sebagainya,” jelasnya.

Untuk permulaan, paling tidak hasil dari bisnis yang mulai dirintis cukup untuk mengisi perut sendiri dan keluarga setiap harinya. Misalnya bisnis katering yang cocok digarap di bulan Ramadhan.

“Paling ndak kalau kita bisa mulai bisnis katering kecil-kecilan, paling nggak bisa makan nggak bayar. Makan keluarga itu bisa kita tanggung dari hasil itu. Sekalian masak, dimakan sendiri untuk mereka,” ujarnya.

Ketika kita memutuskan untuk mendalami bisnis tersebut maka harus mulai untuk berpikir lebih jauh.

“Kalau memang mau berlanjut mesti preparing, pelajari bisnis katering itu kayak apa, kompetitornya seperti apa dan sebagainya. Dan akhirnya, kalau memang mau actualising betul-betul akhirnya jadi gede, ya itu lain lagi ceritanya,” tambahnya.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Dapatkan Diskon Rp100.000!  Cukup dengan masukkan kode kupon : ATOMEAJA