September 14, 2021 Mendirikan Koperasi Rakyat Halmahera (KOPRA) Mengatasi Anjloknya Harga Kopra

Mendirikan Koperasi Rakyat Halmahera (KOPRA) Mengatasi Anjloknya Harga Kopra

Kopra

Tidore, InfoPublik – Berjalannya waktu, kabar investor tersebut tidak lagi terdengar. Pemprov nampaknya memiliki ide untuk memberdayakan SDM lokal dengan membentuk Koperasi Rakyat Halmahera atau KOPRA yang bergerak di bidang pengolahan kelapa/kopra menjadi minyak goreng dan pembuatan Briket, salah satu pendiri KOPRA adalah Staf Khusus Gubernur Bidang Perekonomian Sahrin Hamid.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Wa Zaharia di ruang kerjanya di Sofifi, kronologis pembentukan koperasi (KOPRA) itu memang mengatasi krisis harga kopra lalu (2018), sehingga dibuat pengolahan kelapa terpadu.

Wa Zaharia menambahkan bahwa Koperasi itu didukung penuh oleh Pemprov Malut melalui Dinas Koperasi dan UKM, dengan membangun 6 unit pabrik Pengolahan Kopra dilengkapi mesin, total anggarannya senilai Rp1.5 miliar. Namun hanya lima yang selesai 100 persen pekerjaannya, sementara satu unit di Pulau Taliabu hanya tercapai 86 persen, dana yang dicairkan juga sesuai pekerjaan.

Ia juga menuturkan, kelima pabrik tersebut tersebar di tiga Kabupaten, yakni Halmahera Utara ada tiga pabrik masing-masing di Desa Kalipitu, Desa Igobula, dan Desa Salube. Kemudian Pulau Morotai di Desa Cendana, dan Halmahera Selatan di Desa Bibinoi.

“Lima bangunan beserta peralatannya itu baru diserahkan secara resmi ke KOPRA pada 18 Januari 2021 kemarin melalui penandatanganan berita acara oleh Kadis Koperasi dan UKM Wa Zaharia, dan Direktur KOPRA Iqbal Mahmud, Sekretaris Syaifudin M Saleh, dan Bendahara Hariyanto S Soleman,” kata Zaharia

Meski begitu, satu dari lima pabrik tersebut sudah diuji coba sejak tahun 2020 lalu, untuk pembuatan minyak kelapa dan briket. Produknya dengan merek “Igono” itu sudah pernah ditampilkan pada pameran produk lokal di kantor Gubernur, bahkan sempat menjadi salah satu jenis bantuan untuk warga terdampak Covid-19.

Menurut Sahrin Hamid, hasil uji coba yang telah dilakukan nampaknya kurang efisien, lantaran teknologi yang digunakan masih standar home industri (industri rumah tangga). Sehingga, rata-rata hasil produksi 1 liter minyak kelapa membutuhkan 20-25 butir kelapa.

“Jadi lagi dibikin yang efisien, yang kira-kira itu 10 butir lah per liter (minyak kelapa),”kata Sahrin dikonfirmasi terpisah pada 18 Januari 2021 di kantor perwakilan Pemprov Malut di Ternate

Pria yang sudah banyak berkunjung ke Industri-industri kopra besar ini menyampaikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bakal mengupgrade teknologi pengolahan kopra menjadi minyak kelapa. Walaupun, hanya skala industri kecil sehingga kedepan, minyak kelapa yang diproduksi tidak lagi berbahan baku kelapa mentah, melainkan dari kopra, lantaran proses pengolahannya tidak efisien dan bahan baku yang diserap juga lebih besar dengan kelapa mentah.

Sahrin juga menuturkan bahwa uji coba produksi minyak kelapa pernah mencapai 1000 kemasan (1 kg/kemasan), yang dijual dengan harga Rp.30.000-Rp.35.000. Harga itu menurutnya masih kompetitif jika dibandingkan dengan minyak kelapa produk lainnya.

“(Harga) masih kompetitif lah, cuman memang dengan harga kopra naik yang hampir 10 ribu ini menjadikan bahan bakunya sulit, karena memang orang lebih untuk memproduksi kopra dibanding dengan menjual kelapa buah,”beber Sahrin sembari menambahkan jumlah tenaga kerja dalam satu unit produksi sebanyak 7 orang.

Masih berkaitan dengan industri minyak kelapa, Plt Kadis Perindag Yudhitia Wahab mengaku di tahun 2020 ada kegiatan senilai Rp7 miliar untuk pembangunan pabrik minyak kelapa, yang juga akan dibangun di Halut.

“Namun, bertepatan dengan bencana non alam Covid-19 yang melanda seluruh wilayah di Indonesia, termasuk Maluku Utara, sehingga anggaran tersebut dialihkan untuk penanganan wabah Covid-19, Oleh karena itu, di Tahun 2021 ini pihaknya telah mengusulkan anggaran senilai Rp 3 miliar untuk pengadaan mesin minyak kelapa RDB (refined, bleaching, deodorzation).“Kami mencoba dengan kekuatan anggaran Rp 3 Miliar mudahan-mudahan bisa berjalan,” tutup Yudhitia. MC Tidore

Sumber : infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

0
    0
    PESANAN SAYA
    Troli KosongMau Belanja
      Masukkan Voucher
      Minta Gambar-gambar Produk Khusus Dengan Harga Grosir Untuk Jadi Reseller? Orderan Bisa Dikirim Dengan Nama Tokomu ke Pelangganmu.
      This is default text for notification bar