Agustus 28, 2021 Mengenal ‘Bakera’, Ritual Kesehatan dari Rempah-rempah Maluku Utara

Mengenal ‘Bakera’, Ritual Kesehatan dari Rempah-rempah Maluku Utara

Bakera

Sauna atau mandi uap merupakan salah satu ritual kesehatan yang sudah dikenal sejak lama. Ritual semacam ini juga dikenal di Maluku Utara dengan sebutan bakera.

Tradisi mandi uap atau di Maluku Utara selalu menjadi pilihan ketika seorang perempuan baru saja selesai melahirkan.

Biasanya, rebusan rempah-rempah seperti daun cengkeh, pala, daun pepaya, kayu manis, sereh, sirih, dan lainnya akan diuapkan ke tubuh.

Seseorang yang melakukan ritual ini diharuskan menutup tubuhnya dengan kain agar uap panas dari rempah-rempah tersebut dapat dihirup dan membuat berkeringat.

Dosen Pertanian Univeritas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr Rima Melati, mengatakan rempah-rempah yang terdapat dalam tradisi bakera sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia.

“Bakera itu menurut saya terapi panas. Daun-daun untuk bakera sangat bermanfaat,” ucap peneliti tanaman obat ini, saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat, Minggu 1 Agustus 2021.

Menurut Rima, biasanya daun-daun seperti cengkih yang dipakai lebih dikhususkan untuk perempuan usai melahirkan. Namun, ia menemukan belakangan, manfaat biji pala dan bunga cengkih lebih kerap digunakan untuk terapi penyembuhan COVID-19.

“Kandungan setiap daun itu berbeda, tapi kalau khasiatnya supaya badan terasa lebih segar,” ungkapnya.

Daun cengkih seperti yang dilansir sehat.com, mengandung eugenol, yakni unsur utama dalam daun yang memiliki antioksidan dan antiperadangan, serta bersifat analgesik sehingga dapat membantu meredakan rasa sakit.

Daun cengkih juga mengandung zat ekspektoran dan antiperadangan yang menghasilkan efek melegakan, sehingga sangat cocok bagi mereka yang mengalami masalah hidung atau saluran pernapasan yang tersumbat akibat batuk, pilek, flu, asma, sinusitis, dan masalah pernapasan lainnya.

Selain daun cengkih yang biasa dipakai untuk bakera, ada juga daun pala. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Muammar Fawwaz, Siti Nurdiansyah A, dan Muzakkir Baits, dari Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia, menuliskan komponen flavonoid yang terdapat pada daun pala menunjukkan keberadaan senyawa fenolik.

Sumber : https://halmaherapost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DUNIA SEKECIL WARUNG
0
    0
    PESANAN SAYA
    Troli KosongMau Belanja
      Masukkan Voucher