Agustus 1, 2021 Telaga Biru Misterius di Maluku Utara

Telaga Biru Misterius di Maluku Utara


Telaga Biru

Halmahera Selatan – Di Maluku Utara, tepatnya di Pulau Mandioli terdapat telaga biru nan misterius. Konon ada buaya putih yang menghuni telaga. Penasaran?

Pulau Mandioli punya luas 260 km persegi. Desa Lele adalah salah satu dari 12 desa di pulau ini. Letak telaga biru bukan di Desa Lele di belahan selatan pulau ini, tapi di Desa Waya di belahan utara.

Meski ada cerita misteri buaya putih yang disampaikan penduduk, namun kami tetap berangkat. Jarang ada orang luar desa yang mencapai lokasi di seberang barat daya Labuha Ibu Kota Halmahera Selatan ini, apalagi bagi orang Jakarta yang berjarak 2.351 km dari tempat ini.

Kami berangkat ditemani para pemuda setempat yang berbaik hati menyediakan tumpangan sepeda motor. Mereka adalah Ari (22), Alfikram (14), dan Lamudin (14). Selepas permukiman, medan makin berat.

Pertama, sepeda motor harus melewati tanjakan berbatu. Jalan setapak yang panjang menyambut di depan. Kami melewati perkebunan warga yang dijadikan tempat mengungsi saat gempa bermagnitudo 5,2 tanggal 18 Februari lalu. Tampak ilalang yang dibakar untuk dipersiapkan sebagai kebun.

Jalanan tanah makin tidak rata dan berkelok saat melewati kawasan pepohonan. Namun Ari dan kawan-kawan tetap memaksimalkan laju motornya. Setengah jam perjalanan, sekitar 10 km dari Desa Lele, akhirnya kami turun dari sepeda motor.

Di balik pepohonan terlihat telaga yang biru. Ini benar-benar biru, lebih biru dari air laut. Seolah, ada yang melarutkan tinta ke dalam air di sini, namun jelas bukan itu sebabnya.

Kaki melangkah menuruni lereng dipenuhi seresah daun. Teduh dan redup akibat pepohonan menciptakan kesunyian khas hutan. Suara serangga dan burung bergema dari balik ketinggian ranting-ranting.

Telaga Biru

“Kalau baru datang, tolong cuci muka dulu di air telaga ya,” kata Alfikram, menyampaikan tata cara yang biasa dilakukan warga saat berkunjung di telaga ini.

Dia berjongkok menangkup air Telaga Biru, tanpa menghiraukan ikan gabus yang berenang semeter di seberangnya. Bila dilihat dari dekat, air telaga ini bening sekali dan menyegarkan, rasanya tawar saat diminum. Namun bila dilihat dari kejauhan, air yang bening ini biru. Entah dari mana warna biru ini berasal.

Belum ada yang meneliti berapa kedalaman telaga. Konon, pohon tinggi yang pernah jatuh ke telaga menjadi tak terlihat lagi. “Saya berani berenang di laut, tapi kalau berenang di sini tidak berani. Soalnya kita tidak tahu ada apa di dalam situ,” kata Lamudin yang merupakan anak nelayan ini.

Di bagian lain Indonesia, telaga-telaga berwarna biru atau hijau juga ada. Warna dari telaga disebabkan banyak faktor, mulai dari pengaruh batu kapur di dinding telaga hingga jenis ganggang yang hidup di dalamnya.

Di Jerman, ada pula telaga biru semacam yang dipunyai Pulau Mandioli ini, yakni Blautopf, dalamnya 21 meter dengan terowongan bawah tanah menuju Sungai Danube. Blautopf di negara Eropa Barat yang maju itu juga menyimpan mitos tentang dewi air sebagai penunggunya. Kini penelitian yang coba menguak potensi Blautopf sudah dilakukan.

Di Telaga Biru Mandioli, mitos soal buaya putih sebagai penunggu juga hidup. “Buaya itu biasanya keluar tiap Jumat siang, waktu salat Jumat,” kata Ari. Entah kearifan apa yang terkandung dalam mitos itu. Namun birunya telaga ini memang membuat imajinasi terbang ke mana-mana, mendorong orang berpikir soal potensi apa yang ada di balik telaga indah ini.

Sumber : https://travel.detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DUNIA SEKECIL WARUNG
0
    0
    PESANAN SAYA
    Troli KosongMau Belanja
      Masukkan Voucher